
Pali, Beritapali.id – Serangkaian langkah teknis tengah digenjot di Desa Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kamis (09/07/2026), Balai Dusun 3 menjadi saksi pertemuan penting antara PT BGP Indonesia sebagai pelaksana survei, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Pertemuan ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan ruang dialog untuk menyatukan persepsi mengenai masa depan energi di wilayah tersebut melalui Survei Seismik 3D Peony.

Proyek survei seismik ini merupakan tahapan krusial dalam peta jalan pencarian cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru. Dengan pengawasan langsung dari negara, kegiatan ini diproyeksikan menjadi kunci dalam memetakan potensi bawah permukaan wilayah PALI yang selama ini dikenal kaya akan sumber daya energi.
Di hadapan jajaran Muspika—mulai dari Camat, Kapolsek, hingga Danramil—serta tokoh masyarakat, pihak PT BGP Indonesia memaparkan secara gamblang alur kerja survei. Fokus utama yang disampaikan adalah komitmen perusahaan terhadap hak-hak warga yang terdampak, baik itu terkait tanam tumbuh, rumah, maupun lahan. Mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan No. 40 Tahun 2017, prosedur kompensasi ditekankan untuk dijalankan dengan prinsip keadilan dan transparansi.
”Kami ingin memastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Pendataan akan dilakukan secara teliti, termasuk bangunan di radius 500 meter dari titik bor,” ujar pihak Humas PT BGP, Barus.
Pihak perusahaan juga memberikan batasan waktu tujuh hari bagi warga untuk mengajukan klaim setelah perekaman data dilakukan, sebuah langkah untuk memastikan respons cepat jika terdapat dampak fisik di lapangan.
Pemerintah Kabupaten PALI memandang kegiatan ini dengan kacamata optimis. Asisten III, Haryono, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menekankan bahwa penemuan cadangan minyak baru adalah napas baru bagi kemajuan PALI. Meski demikian, ia tak menampik adanya kebutuhan mendesak untuk memperbarui regulasi pendukung, seperti revisi Pergub No. 40 Tahun 2017 agar lebih adaptif dengan dinamika di lapangan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sukamaju, Rudini, menegaskan bahwa pemerintah desa siap menjadi jembatan bagi kelancaran proyek ini. Dukungan ini lahir dari pemahaman masyarakat akan pentingnya kontribusi daerah bagi ketahanan energi nasional.
”Kami memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dan pihak perusahaan agar setiap tahapan dapat dipahami dengan baik,” jelas Rudini.
Proyek Survei Seismik 3D Peony di Desa Sukamaju menjadi titik keempat dari rangkaian sosialisasi di Kabupaten PALI. Dengan kolaborasi antara masyarakat yang kooperatif dan pihak pelaksana yang transparan, proyek ini diharapkan mampu berjalan tanpa hambatan berarti, seraya membawa secercah harapan bagi masa depan ekonomi Kabupaten PALI melalui eksplorasi migas yang terencana dan bertanggung jawab.
Liputan : Rahasmin Sawiran.







