‎Pali — Pengurus Paguyuban Kelas 5 SD Negeri 14 Talang Ubi terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung kenyamanan kegiatan belajar mengajar para siswa di sekolah. Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, para wali murid secara swadaya menghimpun dana sukarela untuk melengkapi fasilitas ruang kelas.

‎

‎Ketua Paguyuban Kelas 5 SDN 14 Talang Ubi, Evi, yang didampingi Wakil Ketua Nopy dan Bendahara Wanti, menjelaskan bahwa paguyuban ini sebenarnya telah dibentuk sejak anak-anak mereka menduduki bangku kelas 2. Pembentukan wadah ini bertujuan untuk menjembatani komunikasi antarpemangku kepentingan serta mendorong inovasi wali murid dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif.

‎

‎”Paguyuban ini hadir agar para wali murid bisa saling berinovasi. Contohnya, jika ruang kelas terasa panas dan belum tersedia kipas angin, kita bersama-sama mencari solusi agar anak-anak nyaman dan tidak kepanasan saat belajar,” ujar Evi saat memberikan keterangan melalui pesan WhatsApp pada Jum’at (07/08/2026).

‎

‎Evi menekankan bahwa seluruh pengumpulan dana dilakukan atas inisiatif bersama secara sukarela, tanpa ada patokan nominal maupun unsur pemaksaan. Dari total 35 siswa di kelas 5, sebanyak 28 orang tua murid telah berpartisipasi dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp280.000.

‎

‎Berdasarkan kesepakatan awal, dana tersebut direncakanan untuk membeli dispenser air minum dan kipas angin. Dari dana yang terkumpul, sebesar Rp200.000 dialokasikan untuk pembelian dispenser beserta galon air. Sebenarnya, sisa uang sebesar Rp80.000 hendak disimpan terlebih dahulu sembari menunggu tambahan dana untuk membeli kipas angin.

‎

‎Namun, keputusan tersebut dialihkan demi misi kemanusiaan. Ketika mendengar kabar duka bahwa salah satu siswa kelas 2 SDN 14 Talang Ubi mengalami musibah kebakaran rumah, para pengurus dan wali murid sepakat untuk menyalurkan seluruh sisa dana tersebut sebagai bantuan solidaritas.

‎

‎”Rencana awal sisa Rp80.000 itu mau disimpan dulu kalau-kalau ada wali murid yang menambah untuk beli kipas. Namun karena ada siswa kelas 2 yang tertimpa musibah kebakaran, kita sepakat sisa uang itu disumbangkan semuanya ke sana. Jadi untuk saat ini baru bisa membeli dispenser dan belum jadi membeli kipas angin,” jelasnya.

‎

‎Laporan : Rahasmin Sawiran.

‎