
Pali, Beritapali.id — Dampak musim kemarau panjang kini mulai dirasakan secara signifikan oleh masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Penurunan debit air Sungai Lematang secara drastis memaksa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta PALI menghentikan sementara operasional distribusi air bersih guna melakukan perbaikan teknis mendesak pada instalasi pengolahan air mereka.

Langkah darurat ini diambil setelah posisi pompa intake yang beroperasi di muara Sungai Lematang mulai menyembul ke permukaan akibat elevasi air yang terus menyusut. Proses pendalaman posisi pompa dan pembenahan struktur pipa penyedot telah dimulai sejak Senin (10/8/2026) dengan perkiraan durasi pengerjaan mencapai 20 jam.
Direktur PDAM Tirta PALI, Adi Nugraha, ST, mengonfirmasi bahwa langkah pendalaman ini sangat krusial untuk menjaga kelangsungan alat operasional agar tidak mengalami kerusakan fatal yang berpotensi melumpuhkan pasokan air dalam jangka panjang.
”Sehubungan dengan kondisi kemarau dan menurunnya debit Sungai Lematang, pompa intake di muara sungai sudah mulai muncul di atas permukaan air. Karena itu, kami perlu melakukan pendalaman agar posisi pompa tetap berada di bawah permukaan,” ujar Adi Nugraha saat memberikan keterangan pers, Senin (10/08/2026).
Menurut Adi, kondisi fisik pompa yang terekspos udara secara langsung sangat berisiko tinggi terhadap operasional mesin. Jika pompa tetap dipaksa beroperasi tanpa terendam air secara sempurna, gesekan dan kenaikan suhu ekstrem dapat memicu overheat.
”Kalau pompa intake berada di atas permukaan air, dikhawatirkan pompa akan terbakar atau mengalami kerusakan permanen. Tindakan pendalaman ini dilakukan demi menjamin keselamatan aset dan kelancaran distribusi ke depan,” tegasnya.
Ia menambahkan, meskipun estimasi awal pengerjaan memakan waktu hingga 20 jam, tim teknis di lapangan terus berupaya maksimal agar proses perbaikan dapat rampung lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.
Selama proses pendalaman dan pemeliharaan berlangsung, suplai air bersih ke ribuan pelanggan PDAM Tirta PALI dipastikan terhenti sementara. Pihak manajemen mengimbau masyarakat untuk dapat mengerti situasi kahar (force majeure) akibat iklim kemarau ini. Pengerjaan difokuskan pada pendalaman dudukan pompa serta reposisi Pipa Intake. Setelah pekerjaan teknis rampung dan kondisi keamanan mesin terverifikasi, pengaliran air ke rumah pelanggan akan dilakukan secara bertahap untuk menjaga tekanan pipa. Kini Masyarakat diharapkan menghemat penggunaan cadangan air yang ada hingga distribusi kembali stabil
”Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan meminta masyarakat bersabar. Langkah penanganan ini justru diambil untuk mengantisipasi kerusakan yang jauh lebih parah,” tutup Adi Nugraha.
Laporan: Rahasmin Sawiran







