
Pali, Beritapali.id – Semangat kolaborasi untuk kemajuan daerah tampak nyata dalam pertemuan sosialisasi Survei Seismik 3D Peony yang berlangsung di Ruang Aula Kelurahan Talang Ubi Utara, Jumat (10/07/2026).
Di tengah suasana yang hangat namun serius, pihak PT BGP Indonesia, Pemerintah Kabupaten PALI, dan warga setempat duduk bersama merajut kesepahaman terkait eksplorasi migas di wilayah tersebut.
Kegiatan ini bukan sekadar pemaparan teknis semata, melainkan wujud nyata komitmen bersama untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menjaga kondusivitas wilayah. Sebagai pelaksana survei, PT BGP Indonesia hadir untuk membedah alur kerja operasional yang akan segera dilaksanakan.
Menyadari bahwa survei seismik akan bersentuhan langsung dengan lahan dan properti warga, pihak perusahaan menekankan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas utama. Humas PT BGP, Barus, dalam penjelasannya memberikan jaminan bahwa seluruh proses pendataan akan dilakukan dengan transparansi penuh.
Pihak perusahaan merujuk pada regulasi Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan No. 40 Tahun 2017 sebagai acuan kompensasi yang adil. Tidak hanya pendataan aset seperti tanam tumbuh dan rumah, perusahaan juga membuka jalur komunikasi cepat bagi warga yang merasa terdampak.
”Kami memberikan ruang bagi warga untuk mengajukan klaim dalam kurun waktu tujuh hari setelah perekaman data. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami agar setiap keluhan di lapangan dapat segera direspons dengan cepat dan tepat,” jelas Barus di hadapan peserta rapat.
Pemerintah Kabupaten PALI memandang Survei Seismik 3D Peony sebagai peluang strategis. Asisten III, Haryono, yang hadir mewakili jajaran pemerintah daerah, menegaskan bahwa penemuan cadangan migas baru adalah salah satu kunci untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat PALI ke depan.
Haryono juga memberikan catatan penting mengenai perlunya evaluasi regulasi. Menurutnya, revisi atas Pergub No. 40 Tahun 2017 menjadi sangat relevan untuk diusulkan saat ini, agar kebijakan yang ada mampu merespons perkembangan dinamika di lapangan dengan lebih baik dan inklusif.
Dukungan serupa datang dari tingkat kelurahan. Suharja,A.Ma.Pd.Or selaku Lurah Talang Ubi Utara, menyatakan bahwa pihak kelurahan berkomitmen untuk terus menjadi penghubung yang aktif. Ia berharap dengan adanya jalinan komunikasi yang sehat, masyarakat tidak perlu khawatir akan dampak dari kegiatan eksplorasi ini.
”Kami ingin memastikan setiap warga mendapatkan informasi yang benar. Dengan komunikasi yang terbuka, kita berharap proyek strategis nasional ini dapat memberikan dampak positif bagi PALI tanpa harus mengorbankan ketenangan masyarakat,” ungkap Suharja.
Proyek di Talang Ubi Utara ini merupakan titik keempat dari rangkaian agenda sosialisasi di Kabupaten PALI. Keberhasilan tahapan ini sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan yang taat aturan dan masyarakat yang mendukung pembangunan.
Melalui dialog ini, masyarakat PALI menunjukkan kedewasaannya dalam menyikapi setiap langkah pembangunan. Proyek Survei Seismik 3D Peony pun kini menjadi harapan baru sebuah proyek yang diharapkan mampu mengintegrasikan kepentingan nasional dengan kesejahteraan masyarakat lokal melalui eksplorasi migas yang terencana, transparan, dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan yang sama, Letkol Inf Yuda menegaskan komitmen pengamanan kegiatan ini agar berjalan secara tertib tanpa intimidasi maupun keterlibatan yang berlebihan. Ia menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Survei Seismik 3D Peony kali ini, pihak pengamanan lapangan tidak akan melibatkan aparat secara luas.
”Kami ingin memastikan bahwa kegiatan ini berjalan dengan tenang. Perlu saya tekankan bahwa untuk survei seismik kali ini, kami tidak melibatkan aparat secara khusus, kecuali rekan-rekan Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang memang bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan di wilayah masing-masing,” tegas Letkol Inf Yuda di hadapan peserta pertemuan.
Acara di tutup penandatanganan dn foto bersama.
Liputan: Rahasmin Sawiran







